Pemain Hebat Belum Tentu jadi Pelatih Hebat, Thierry Henry Buktinya

Agen bola online, Bandar judi bola, togel online, situs judi bola resmi terpercaya

LIGA366 – Sukses sebagai pemain bukan jaminan akan sukses juga sebagai pelatih. Kondisi itu cocok untuk menggambarkan karir seorang Thierry Henry. Dia adalah pemain hebat, tapi sebagai pelatih? Sejauh ini tak sehebat saat menjadi pemain. bandar terpercaya

Bagi fans Arsenal, nama Thierry Henry tentu saja punya tempat istimewa. Henry adalah bagian penting dari sejarah besar Arsenal pada awal tahun 2000-an. Henry adalah pencetak gol terbanyak klub dan pemberi banyak gelar juara.

Namun, karir Henry sebagai pelatih sejauh ini tergolong biasa-biasa saja, jika tidak disebut buruk. Ada beberapa alasan mengapa Henry belum mampu jadi pelatih hebat, seperti ketika menjadi pemain. judi bola online

Masih Merasa Pemain

Pada Oktober 2018 lalu, AS Monaco menunjuk Thierry Henry jadi pelatih kepala. Di luar segela catatan apiknya sebagai pemain, Henry dinilai layak jadi pelatih AS Monaco karena dia baru saja menjalankan tugas sebagai staf kepelatihan timnas Belgia dengan baik.

Saat Henry datang, AS Monaco berada di papan bawah klasemen. Ada harapan Henry bisa membawa Monaco setidaknya ke papan tengah. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. Henry kemudian dipecat hanya 104 hari setelah melatih. prediksi bola

“Mungkin Henry tidak membunuh peran sebagai pemain yang ada dalam dirinya,” buka pemain AS Monaco, Aleksandr Golovin dikutip dari Goal International.

“Ketika hal-hal tidak berjalan baik selama latihan, dia akan gugup dan mulai sering berteriak. Mungkin itu tidak perlu. Dia adalah pemain yang sangat kuat dan mungkin hanya ada dua Monaco yang ada di levelnya yaitu [Radamel] Falcao dan [Cesc] Fabregas.”

“Dia akan mencoba masuk ke lapangan dan menunjukkan kepada kami bagaimana cara berlatih dan berteriak. Dia berteriak ‘coba rebut bola dariku’. Sebagian pemain merasa terkejut. Lalu, ada juga kalanya dia akan terdiam selama berjam-jam,” paparnya.

Henry Pergi, Monaco Membaik

Thierry Henry kemudian dipecat oleh AS Monaco pada Januari 2019. Selama jadi pelatih AS Monaco, eks penyerang timnas Prancis tersebut menjalani 20 kali pertandingan di semua kompetisi dengan catatan: 4 kemenangan, 5 imbang dan 11 kekalahan.

Posisi Henry kemudian digantikan oleh Leonardo Jardim, yang sebelumnya digantikan Herny. Kedatangan Jardim pun membuat Monaco lebih positif. Dari zona degradasi, Monaco kini berada di posisi ke-16 klasemen Ligue 1.

BACA JUGA : BANTAH PINDAH KE MADRID MBAPPE SAYA CUKUP JADI PENGGERMAR SAJA

Namun, bukan berarti tidak ada yang positif dari Herny. “Dia ingin membuat pemain muda di klub berkembang dan membawa enam pemain untuk berlatih ke tim utama. Dia percaya pada pemain muda dan saya menyukai itu,” tutup Aleksandr Golovin.

Related posts

Leave a Comment